Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pedagogi dan Penelitian Dosen di Bidang Etnobiologi & Lingkungan di Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Bengkulu

Pendidikan abad ke-21 menuntut pendekatan yang tidak hanya menekankan penguasaan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga pengembangan karakter, nilai, dan sensitivitas budaya. Dalam konteks tersebut, Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Bengkulu (UNIB) mengambil langkah strategis dengan merancang kurikulum yang mengintegrasikan kearifan lokal sebagai bagian dari proses pembelajaran. Fokus utama kurikulum ini adalah pada pengembangan etnobiologi dan lingkungan hidup sebagai fondasi dalam membangun pembelajaran biologi yang kontekstual, relevan, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Sebagai unit penyelenggara pendidikan tinggi, Program Studi Pendidikan Biologi FKIP UNIB menyadari bahwa penerapan etnopedagogi menjadi salah satu pendekatan yang efektif untuk membangun pembelajaran berbasis nilai dan budaya lokal. Etnopedagogi memandang pendidikan sebagai bagian dari aktivitas budaya (teaching as cultural activity) yang tidak dapat dipisahkan dari konteks masyarakat. Oleh karena itu, pembelajaran biologi di lingkungan Program Studi Pendidikan Biologi diarahkan tidak hanya untuk membentuk kompetensi akademik, tetapi juga untuk menanamkan pemahaman terhadap hubungan antara manusia, lingkungan, dan nilai-nilai budaya lokal.

Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Jumat s/d Minggu, tanggal 11 s/d 13 Oktober 2024 di Hotel Santika Kota Bengkulu jam 07.30 – 21.00 WIB. Kegiatan dibagi menjadi beberapa sesi. Pada hari pertama; penyusunan kerangka modul pembelajaran Sesi pertama yaitu Penyampaian Kerangka Kerja Penyusunan Desain Modul Instruksional. Pada hari kedua; sesi kedua yaitu pemaparan materi tentang Materi tentang Ethnosains dan Penerapannya dalam Pembelajaran oleh Dr. Sujatha Ramasamy (University of Malaya), sesi ketiga yaitu pemaparan Materi tentang Integrasi Etnopedagogis  Pada Pembelajaran, Penelitian Pendidikan Biologi/Sains oleh Prof. Dr. Sudarmin, M.Si. (Universitas Negeri Semarang), dan pihak terkait. Pada hari ketiga; sesi keempat yaitu Diskusi Melanjutkan Penyusunan Desain Modul instruksional, sesi kelima yaitu finalisasi Desain Modul Instruksional. 

 

Nilai-nilai kearifan lokal memiliki potensi besar sebagai sumber inovasi dalam pengembangan materi ajar dan strategi pembelajaran. Namun, untuk dapat diimplementasikan secara efektif dalam pendidikan tinggi, kearifan lokal perlu melalui proses adaptasi pengetahuan lokal, reinterpretasi nilai-nilai budaya, serta revitalisasi nilai-nilai tersebut agar tetap relevan dengan konteks kontemporer. Selain itu, perlu dilakukan pengembangan konsep-konsep akademik berbasis budaya lokal serta uji coba strategi pembelajaran etnopedagogi yang mendukung proses pembelajaran yang aktif dan reflektif.

Prof. Dr. Sudarmin, M.Si. (Universitas Negeri Semarang)

Dr. Sujatha Ramasamy (University of Malaya)

Sebagai penyelenggara kegiatan, Program Studi Pendidikan Biologi FKIP UNIB merancang program peningkatan kapasitas dosen dalam bentuk pelatihan, lokakarya, dan pengembangan bahan ajar berbasis etnopedagogi. Tujuan utama dari program ini adalah untuk:

  1. Meningkatkan kompetensi dosen dalam kajian etnobiologi dan pedagogi yang berbasis kearifan lokal.

  2. Memperkuat strategi pembelajaran biologi yang kontekstual dengan lingkungan dan budaya lokal melalui pendekatan etnopedagogi.

  3. Meningkatkan penguasaan metodologi penelitian kualitatif, terutama dalam konteks penelitian berbasis budaya lokal dan pendidikan biologi.

Program ini dirancang dengan capaian pembelajaran utama berupa tersusunnya desain instruksional dalam bentuk modul pembelajaran yang dapat diimplementasikan secara langsung dalam proses pembelajaran. Modul-modul ini dikembangkan berdasarkan pendekatan dan model pembelajaran mutakhir yang relevan dengan karakteristik lokal dan global, antara lain:

1. Bioteknologi Konvensional dan Pengelolaan Pangan Lokal

Pendekatan ini menggunakan integrasi STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) melalui model Project-Based Learning (PjBL) untuk mengangkat kearifan lokal dalam pengelolaan pangan tradisional. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya memahami konsep bioteknologi secara teoretis, tetapi juga mampu melihat keterkaitannya dengan praktik budaya lokal.

2. Keanekaragaman Hayati Berbasis Konservasi

Kegiatan ini melibatkan studi eksplorasi langsung terhadap flora dan fauna lokal yang memiliki nilai konservasi tinggi. Fokus utama diarahkan pada pembelajaran berbasis lingkungan yang menumbuhkan kesadaran ekologis, serta mendorong mahasiswa untuk menjadi agen pelestari keanekaragaman hayati lokal.

3. Inovasi Pembelajaran Berbasis TPACK

Model pembelajaran ini mengintegrasikan Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) untuk menciptakan desain pembelajaran yang berbasis teknologi namun tetap berakar pada nilai-nilai pedagogis dan konten lokal. Pendekatan ini memungkinkan dosen untuk merancang pembelajaran yang modern, interaktif, dan tetap kontekstual.

Melalui kegiatan ini, Program Studi Pendidikan Biologi FKIP UNIB tidak hanya berperan sebagai fasilitator dalam pengembangan kapasitas dosen, tetapi juga sebagai pionir dalam penguatan pendidikan biologi berbasis budaya lokal. Diharapkan, implementasi etnopedagogi dalam kurikulum dan pembelajaran dapat menjadi model pengembangan pendidikan biologi yang berkelanjutan, berbasis riset, dan kontributif terhadap pelestarian nilai-nilai budaya lokal.

Dengan sinergi antara dosen, mahasiswa, dan masyarakat lokal, Program Studi Pendidikan Biologi FKIP UNIB berkomitmen untuk terus mengembangkan inovasi pembelajaran yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga relevan secara sosial dan budaya dalam mewujudkan pendidikan yang humanis, kontekstual, dan berdaya saing global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *