Kepahiang, 30 April 2026. Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Bengkulu melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berupa Pelatihan Pembuatan Herbarium Kering Tumbuhan sebagai Sumber Belajar Biologi Berbasis Lingkungan untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains Peserta Didik di SMAN 4 Kepahiang. Kegiatan yang berlangsung pada tanggal 28-30 April 2026 ini diikuti oleh 30 peserta didik dengan pendampingan guru Biologi sekolah.
Kegiatan dipimpin oleh Prendi Niki Halhaji, S.Pd., M.Pd. bersama tim pengabdian yang terdiri atas Dra. Yennita, M.Si. dan Irwandi Ansori, S.Pd., M.Si. Pelatihan bertujuan meningkatkan keterampilan proses sains peserta didik melalui pemanfaatan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar biologi yang kontekstual dan berkelanjutan. Pada tahap awal, peserta memperoleh materi mengenai keanekaragaman tumbuhan, klasifikasi tumbuhan, serta teknik pembuatan herbarium kering. Setelah sesi teori, peserta diajak melakukan eksplorasi lingkungan sekolah untuk mengidentifikasi dan mengumpulkan berbagai jenis tumbuhan yang berpotensi dijadikan spesimen herbarium. Selanjutnya, peserta melakukan praktik pembuatan herbarium mulai dari pengambilan sampel, pengepresan, pengeringan, hingga penyusunan label identitas tumbuhan.
Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Melalui kerja kelompok, peserta tiak hanya belajar mengenali karakteristik tumbuhan, tetapi juga mengembangkan kemampuan observasi, klasifikasi, pencatatan data, interpretasi hasil, dan komunikasi ilmiah. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan rata-rata keterampilan proses sains peserta didik dari 59,2% sebelum pelatihan menjadi 83,6% setelah pelatihan, atau meningkat sebesar 24,4%. Selain peningkatan keterampilan proses sains, kegiatan ini juga menghasilkan sekitar 18 spesimen herbarium kering yang berhasil disusun oleh peserta didik. Koleksi herbarium tersebut selanjutnya akan dimanfaatkan sebagai media pembelajaran biologi pada materi keanekaragaman hayati dan klasifikasi tumbuhan di sekolah.

Berdasarkan hasil angket evaluasi, mayoritas peserta memberikan tanggapan positif terhadap kegiatan ini. Sebanyak 95% peserta menyatakan kegiatan sangat menarik, 93% mengaku memperoleh tambahan pengetahuan baru, dan 96% menilai kegiatan ini bermanfaat untuk mendukung pembelajaran biologi. Ketua tim pengabdian, Prendi Niki Halhaji, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk implementasi pembelajaran biologi berbasis lingkungan yang dapat memberikan pengalaman belajar nyata kepada peserta didik. Melalui kegiatan herbarium, siswa tidak hanya memahami konsep secara teoritis, tetapi juga terlibat langsung dalam proses ilmiah yang mendukung pengembangan keterampilan abad ke-21.

Pihak SMAN 4 Kepahiang menyambut baik kegiatan ini dan berharap kerja sama dengan Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Bengkulu dapat terus berlanjut melalui berbagai program pengabdian dan pendampingan pembelajaran berbasis lingkungan. Dengan adanya koleksi herbarium sekolah, diharapkan pembelajaran biologi menjadi lebih menarik, kontekstual, dan mampu meningkatkan literasi sains peserta didik secara berkelanjutan.
Humas Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Bengkulu.