Bengkulu, 10 Agustus 2026, Dosen Program Studi Pendidikan Biologi melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pelatihan dan implementasi media pembelajaran berbasis teknologi melalui pemanfaatan Google Sites yang terintegrasi dengan Augmented Reality (AR) pada materi organ tubuh manusia bagi siswa sekolah dasar. Kegiatan ini dilaksanakan di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Hidayatul Hasaniyyah, Pematang Gubernur, Kecamatan Muara Bangkahulu, Kota Bengkulu.
Madrasah Ibtidaiyah Hidayatul Hasaniyyah merupakan salah satu lembaga pendidikan dasar berbasis keagamaan yang berada di wilayah Pematang Gubernur, Kecamatan Muara Bangkahulu, Kota Bengkulu. Kegiatan pengabdian ini diikuti oleh satu kelas siswa kelas V. Para siswa menunjukkan antusiasme dan kegembiraan selama mengikuti kegiatan, khususnya ketika diperkenalkan dengan media pembelajaran yang memanfaatkan teknologi digital dan visualisasi tiga dimensi.
Kegiatan pengabdian dilaksanakan oleh tim dosen Program Studi Pendidikan Biologi yang terdiri atas Annesha Rahmadayanti, S.Pd., M.Pd. selaku ketua tim, bersama Prendi Niki Halhaji, S.Pd., M.Pd. dan Rita Rahmayanti, S.Pd., M.Sc. Ketiga dosen tersebut terlibat dalam pelaksanaan kegiatan, mulai dari pengenalan media, pendampingan penggunaan teknologi, hingga implementasi media pembelajaran kepada siswa. Dalam kegiatan tersebut, siswa diperkenalkan dengan Google Sites sebagai pusat sumber belajar digital. Melalui Google Sites, siswa dapat mengakses materi pembelajaran mengenai organ tubuh manusia secara lebih terstruktur. Materi yang disajikan meliputi pengenalan berbagai organ tubuh, struktur, fungsi, serta informasi pendukung yang disusun dengan tampilan yang mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar.
Selain Google Sites, kegiatan juga memperkenalkan teknologi Augmented Reality (AR) sebagai sarana untuk menghadirkan objek pembelajaran dalam bentuk visualisasi tiga dimensi. Teknologi AR dimanfaatkan untuk menampilkan model tiga dimensi organ tubuh manusia, seperti jantung, paru-paru, otak, dan sistem pencernaan, melalui perangkat digital seperti smartphone atau tablet. Dengan memindai marker atau gambar tertentu, siswa dapat melihat visualisasi organ tubuh secara lebih jelas dan interaktif. Pengalaman belajar tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengamati objek pembelajaran secara lebih konkret, sehingga konsep mengenai struktur dan fungsi organ tubuh manusia yang sebelumnya bersifat abstrak dapat lebih mudah dipahami.
Integrasi Google Sites dan Augmented Reality dilakukan dengan menempatkan tautan maupun marker AR pada halaman Google Sites yang dapat diakses oleh siswa. Dengan konsep tersebut, Google Sites berfungsi sebagai pusat materi pembelajaran, sedangkan Augmented Reality menjadi media visualisasi interaktif yang membantu siswa mengeksplorasi objek pembelajaran secara lebih nyata. Selama pelaksanaan kegiatan, siswa terlihat antusias dalam mencoba media pembelajaran. Mereka diberikan kesempatan untuk mengakses materi melalui perangkat digital dan mengamati model organ tubuh dalam bentuk tiga dimensi. Penggunaan media yang interaktif membuat suasana pembelajaran menjadi lebih menarik dan mendorong siswa untuk aktif bertanya serta mengeksplorasi materi yang diberikan.
Kepala MI Hidayatul Hasaniyyah, Fuad Firdaus, S.Pd., menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini memberikan pengalaman baru bagi siswa dalam memanfaatkan teknologi sebagai bagian dari proses pembelajaran.
“Kegiatan ini sangat bagus dalam mengenalkan media pembelajaran yang inovatif kepada anak-anak sekolah dasar. Teknologi seperti ini membuat pembelajaran menjadi lebih menarik dan membantu siswa memahami materi yang selama ini mungkin sulit dibayangkan hanya melalui buku,” ungkap Fuad Firdaus, S.Pd.
Menurut tim pengabdian, pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran perlu terus dikembangkan agar pembelajaran IPA di sekolah dasar tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang aktif, visual, dan kontekstual. Penggunaan AR dapat menjadi salah satu alternatif untuk membantu siswa memahami objek atau konsep yang sulit diamati secara langsung.
Kegiatan ini juga menjadi salah satu bentuk kontribusi dosen Pendidikan Biologi dalam mendukung peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah dasar melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi. Melalui kegiatan pengabdian tersebut, guru dan siswa diharapkan semakin mengenal berbagai alternatif media pembelajaran inovatif yang dapat digunakan untuk mendukung proses pembelajaran IPA. Pemanfaatan Google Sites yang terintegrasi dengan Augmented Reality diharapkan dapat menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik, interaktif, dan bermakna bagi siswa. Media ini juga memberikan peluang bagi guru untuk mengembangkan pembelajaran berbasis teknologi yang dapat disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan siswa sekolah dasar.
Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, tim dosen Pendidikan Biologi berharap penggunaan teknologi dalam pembelajaran dapat terus dikembangkan dan diterapkan pada berbagai materi IPA lainnya. Dengan demikian, teknologi tidak hanya menjadi sarana pendukung pembelajaran, tetapi juga dapat menjadi jembatan untuk menghadirkan konsep-konsep sains secara lebih konkret dan mudah dipahami oleh siswa.