Dosen Pendidikan Biologi FKIP Universitas Bengkulu Latih Siswa SMA Negeri 2 Kepahiang Membuat Resin Awetan Tumbuhan dan Serangga
Kepahiang, 3 September 2026. Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Bengkulu melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pelatihan pembuatan resin awetan tumbuhan dan serangga sebagai media pembelajaran keanekaragaman hayati di SMA Negeri 2 Kepahiang, Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu. Kegiatan ini melibatkan 32 siswa kelas X dan bertujuan memberikan pengalaman belajar secara langsung melalui pembuatan media pembelajaran berbasis spesimen.
Tim pengabdian diketuai oleh Irwandi Ansori, M.Si., dengan anggota Prendi Niki Halhaji, M.Pd., Rita Rahmayanti, M.Sc., dan Dr. Abas, M.Pd. Kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kualitas pembelajaran Biologi di sekolah, khususnya melalui pemanfaatan media pembelajaran yang konkret, menarik, dan kontekstual.
Pelatihan dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu penyampaian materi, demonstrasi pembuatan resin awetan, praktik langsung, pendampingan, dan evaluasi. Siswa diperkenalkan pada proses pemilihan spesimen tumbuhan dan serangga, pengamatan karakteristik morfologi, serta tahapan pembuatan awetan menggunakan resin. Siswa juga mendapatkan arahan mengenai prosedur kerja dan pentingnya keselamatan dalam penggunaan bahan kimia.
Melalui kegiatan praktik tersebut, siswa memperoleh kesempatan untuk mengembangkan keterampilan proses sains, antara lain mengamati, mengidentifikasi, mengelompokkan, mengikuti prosedur kerja, menafsirkan hasil pengamatan, dan mengomunikasikan temuan. Produk resin awetan yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi alternatif media pembelajaran yang membantu siswa mempelajari keanekaragaman hayati secara lebih nyata.
Kepala SMA Negeri 2 Kepahiang, Novi Yupensi, M.Pd., menyambut baik pelaksanaan kegiatan pengabdian tersebut. Ia menilai pelatihan semacam ini dapat memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi siswa sekaligus memperkaya variasi pembelajaran Biologi di sekolah.
“Kami menyambut baik kegiatan pelatihan ini karena memberikan pengalaman baru bagi peserta didik dalam mempelajari keanekaragaman hayati. Melalui praktik pembuatan resin awetan tumbuhan dan serangga, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga dapat terlibat langsung dalam proses pembuatan media pembelajaran. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan sebagai bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah untuk mendukung pembelajaran yang lebih inovatif dan menarik,” ungkap Novi Yupensi.
Antusiasme juga terlihat dari peserta didik yang mengikuti pelatihan. Salah seorang perwakilan siswa kelas X mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut memberikan pengalaman belajar yang menarik karena siswa dapat terlibat langsung dalam proses pembuatan media awetan. “Pelatihan ini sangat menarik karena kami bisa belajar membuat awetan tumbuhan dan serangga secara langsung. Kami juga menjadi lebih teliti dalam mengamati bentuk dan bagian-bagian tubuh spesimen. Pengalaman ini membuat kami lebih memahami bahwa keanekaragaman hayati dapat dipelajari melalui kegiatan praktik, bukan hanya dari buku atau gambar,” tuturnya.
Resin awetan tumbuhan dan serangga yang dihasilkan berpotensi dimanfaatkan sebagai media pendukung pembelajaran, terutama untuk kegiatan pengamatan, identifikasi, dan klasifikasi organisme. Pemanfaatan media ini diharapkan dapat membantu guru menghadirkan pembelajaran Biologi yang lebih kontekstual dan mendorong siswa berpartisipasi aktif dalam kegiatan ilmiah.
Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Bengkulu menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan pembelajaran sains yang inovatif dan berbasis pengalaman langsung. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah diharapkan dapat terus berlanjut untuk memperkaya media pembelajaran serta mendukung pengembangan keterampilan ilmiah peserta didik.


