Pelatihan Pembuatan Herbarium Basah Fungi Makroskopis Pada Peserta Didik SMAN 4 Kepahiang Sebagai Media Pembelajaran Biologi Berasis Kontekstual

Kepahiang, 30 April 2026 – Tim Pengabdian kepada Masyarakat dari Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Bengkulu telah sukses melaksanakan kegiatan Pelatihan Pembuatan Herbarium Basah Fungi Makroskopis sebagai Media Pembelajaran Biologi Berbasis Kontekstual di SMAN 4 Kepahiang. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, yaitu pada Selasa–Kamis, 28–30 April 2026, dengan melibatkan dosen, mahasiswa, guru, dan peserta didik sebagai upaya meningkatkan kualitas pembelajaran biologi yang lebih kontekstual dan berbasis lingkungan.

Kegiatan pengabdian ini dipimpin oleh Pani Aswin, M.Pd. selaku ketua tim, dengan anggota Dr. Neni Murniati, S.Pd., M.Pd., Dra. Kasrina, M.Si., serta mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi yaitu Azzahra Nur Fathina, Vina Anatasya, dan Kirana Rizkia. Kegiatan dilaksanakan bekerja sama dengan SMAN 4 Kepahiang yang berlokasi di Kecamatan Kabawetan, Kabupaten Kepahiang, Bengkulu.

 

Peserta kegiatan terdiri atas 15 peserta didik kelas X SMAN 4 Kepahiang yang didampingi oleh guru Biologi sekolah. Antusiasme peserta terlihat selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung, mulai dari penyampaian materi hingga praktik langsung pembuatan herbarium basah.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sosialisasi program dan koordinasi dengan pihak sekolah. Selanjutnya, tim pengabdian menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) mengenai pemanfaatan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar biologi yang kontekstual. Pada sesi materi, peserta memperoleh pengetahuan mengenai fungi makroskopis, manfaat herbarium sebagai media pembelajaran, serta teknik pembuatan herbarium basah. Setelah itu, tim pengabdian melakukan demonstrasi pembuatan herbarium basah menggunakan spesimen jamur yang ditemukan di lingkungan sekolah. Peserta kemudian mengikuti praktik secara langsung dengan bimbingan dosen, guru, dan mahasiswa pendamping. Kegiatan ditutup dengan sesi refleksi dan evaluasi untuk mengukur tingkat keberhasilan program.

 

Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta didik berhasil menghasilkan produk herbarium basah dari berbagai spesimen jamur yang terdapat di lingkungan sekolah. Selain itu, keterampilan peserta didik dalam pembuatan herbarium menunjukkan hasil yang sangat baik. Berdasarkan hasil penilaian, aspek persiapan alat dan bahan memperoleh nilai 88%, ketepatan prosedur pembuatan herbarium 86%, kerapian hasil herbarium 84%, dan kelengkapan label spesimen 90%. Secara keseluruhan, nilai rata-rata keterampilan peserta didik mencapai 87% dengan kategori Sangat Baik. Hasil ini menunjukkan bahwa peserta mampu memahami dan menerapkan teknik pembuatan herbarium basah secara efektif.

Dari hasil evaluasi kegiatan, tim pengabdian menyimpulkan bahwa program pelatihan telah berjalan dengan baik dan mencapai tujuan yang diharapkan. Peserta didik memperoleh pengalaman belajar langsung dalam mengidentifikasi, mengawetkan, dan mendokumentasikan spesimen jamur, sementara guru memperoleh alternatif media pembelajaran yang dapat dimanfaatkan dalam proses pembelajaran biologi di sekolah. Produk herbarium yang dihasilkan juga dapat digunakan sebagai koleksi dan media pembelajaran berkelanjutan untuk materi keanekaragaman hayati dan fungi.

Sebagai tindak lanjut, tim pengabdian menyarankan agar guru biologi terus mengembangkan pemanfaatan herbarium basah dengan memanfaatkan berbagai jenis keanekaragaman hayati yang ada di lingkungan sekolah. Selain itu, sekolah diharapkan dapat mengembangkan ruang atau pojok koleksi herbarium sebagai sarana pendukung pembelajaran biologi. Peserta didik juga didorong untuk menjadikan kegiatan koleksi dan pengawetan spesimen sebagai bagian dari pengembangan minat dan keterampilan ilmiah di bidang biologi. Dengan demikian, keberlanjutan program ini dapat semakin memperkuat pembelajaran biologi yang kontekstual, inovatif, dan berbasis lingkungan.

Kegiatan pengabdian ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Bengkulu dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan melalui pemanfaatan potensi lingkungan lokal sebagai sumber belajar yang bermakna dan berkelanjutan

Humas Program Studi Pendidikan Biologi FKIP UNIB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *